Unknown
Saturday, 15 November 2014
Senin 11
november 2014 siang ini kami masuk kuliyah. Pukul 12.30 kami pun berangkat dari
kontraan, perjalanan ke kampus kurang lebih 15 menit perjalanan. Sesampai di
depan kelas ternyata anak-anak masih belum berkumpul alias masih sepi namun
sudah ada beberapa mahasiswa yang lainya. Eh ternyata tanpa saya sadari ada dua
orang cewek yang sudh duduk di depan kelas teras kami. Namun kelihatanya dia
bukan teman sekelas kami, setelah saya bertanya ternyata benar dia bukan anak
sosiologi. Pertanyaanku yang pertama ‘’habis kuliyah ya mbak?” lalu mereka
berdua pun menjawab ‘’iya mas’’, dan kami pun diam sejenak dan mulai bertanya
lagi ‘’jurusan apa mbak??” jurusan pbsi mas, saya pun seranta menjawab ‘’oow
semester berapa?” masih maba mas’’ dia pun sambil tersenyum tersipu malu. Saya
pun mulai bertanya lagi ‘’asalnya mana dek? Dia pun menjawab gresek mas panceng
dan yang satu bangkalan, bati saya oow gresik, dekat donk dengan rumah saya
hehehehe.

Setelah beberapa menit dosen pengapu mata pelajaran
sosiologi lingkungan pun dating dan perbincangan kami terputus di situ. Waktu menunjukkan
Pukul 01.00 pemblajaran pun di mulai dan dosen pengapu sosiologi lingkunganpun
mulai menerangkan pelajaraan-pelajaranya. 1 jam pun berlalu dengan kejenuan
teman-teman yang lain pun mulai tidak focus dengan pembelajaran hari ini, dosen
pengapu mata kuliyah
sosiologi lingkungan mulai mengabsen mahasiswa dan
mahasiswi satu kelas. Absen pun telah selesai dan sudah di panggil satu
persatu. Pak dosen pun mulai mengatakan salam bahwa pembelajaran di siang ini
sudah selesai. Waktu menunjukkan pukul 02.00 kami satu kelas pun mulai
meninggalkan tempat pembelajaran dan keluar satu persatu. Aku dan teman saya
yang bernama misbahul juga meninggalkan kelas namun kami belum kembali pulang
ke kontraan. Eh setelah selesai kuliyah dan saya sudah keluar dari kelas, si
cewek dua yang katanya dari gresik tadi belum juga beranjak dari tempat
duduknya tidak tahu apa yang mereka tunggu. Saya dan teman saya pun menunggangi
sepeda motor Jupiter yang saya punya. Ternyata agenda saya sekarang mau ke
penjual buah yang berada di kampus yang selama ini jadi pembicaraan saya dan
guyonan saya dengan teman-teman di kontraan.
Setelah sampai di penjual buah
perasaan saya pun mulai berubah rumayan deg-degan hehee karena melihat wanita
yang mendekati sempur na (cuuantik). Uang 10 rb pun melayang untuk buat beli
buah. Kami pun mengambil kresek untuk di buat wadah irisan buah-buah tersebut,
sambil saya memasukkan mata saya pun sambil melirik sang penjual buha yang
sangat menawan. Setelah itu kami pun sudah selesai memasukkan irisan buah-buah
tsb dan seraya mengucapkan terima kasih mbak. Dalam hati haduuhh cantiknya
penjual buah ini.’’ Saya pun mulai menunggangi sepeda motor dan meninggalkan
sipenjual buah. Saya pun mulai perjalanan mencari tempat yang teduh dan nyaman
untuk dibuat tempat santai. Setelah saya menemukan tempat duduk eh tenyata di
sebelah saya ada dua cewek yang dari gresik bangkalan tadi seraya berkata dalam
hati ‘’wallaahh adek ini lagi”, saya pun mulai menegurnya lagi ‘’lho dek kok
belum pulang’? dia pun menjawab sambil tersenyum ‘’belum mas’’, saya pun duduk
di dekatnya sambil menawarkan buah yang telah saya beli tadi, dan kami pun
mulai berbincang-bincang lagi.
wasalaammm