Hari semakin hari hanya
kehampaan dan kesunyian yang ku rasakan. setiap malam aku teringat dirinya,dirinya yang selalu setia bangunin aku dari tidur lelapku. dirinya selalu
bercerita tentang perjalanan dan pengalaman hidupnya, dan diakhir cerita
dirinya selalu menanyakan kesimpulan atau hikmah apa yang dapat diambil dari
kisah tersebut, namun aku selalu menjawab "Aku tidak tahu",
ya...setiap kali begitu. Meski aku merasa malu, namun tetap begitu, diriku tak
berubah. aku sangat bahagia ‘’iya bahagia banget’’ aku ngerasa aku adalah orang
yang sangat beruntung dapat mengenal dan sampai sedekat ini. Ku punya harapan
dirinya adalah teman yang akan jadi teman dalam setiap langkah kakiku meniti
kehidupan. Sempat terlupakan oleh ku bahwa kita hanya manusia yang tak kan tahu
dan tak akan pernah mampu melawan kehendak-Nya. Dia pergi dari hari-hariku disaat
aku sangat merindukannya, , rindu yang teramat sangat menyiksaku siang dan
malam, terlebih saat aku terbangun di 2/4 malam dimana disisa kesibukannya
menyempatkan waktu untuk membangunkan serta menemaniku mengambil air wudhuiku.
karena aku yang sangat takut dengan kesendirian di kegelapan. Dia yang selalu
menemaniku dan langkah kakiku.

Apakah mungkin dirinya
merasakan hal yang sama padaku atau tidak, atau dirinya melah melebihi
perasaanku ini, apakah dirinya juga merindukanku? mungkin dia juga merindukan
aku!!!! karena dia sangat menyayngiku, namun dia kembali pada pelukan orang
yang dia sayangi lebih dari rasa sayangnya padaku. Setiap hari aku resah dan
gelisah, kegalauan menahan rasa rindu serta sakit hati membuatku tak berdaya.
Tuhan sampaikanlah salam rinduku padanya, Katakanlah bahwa aku sangat
menyayangi dan mencintainya. Tuhan sampaikan kepadanya aku sangat ini
memeluknya, memeluk dengan hangat memeluk dengan sejuta rasa yang ada di dada.
Aku ini merasakan pelukan yang begitu hangat pelukan yang begitu nikmat dan
pelukan yang begitu erat saat dulu dia memelukku.
Aku akan terus
menunggunya walaupun pada kenyataanya aku tak sendiri lagi di sini. Aku sungguh
kangen padanya namun Aku juga tak mau terus menerus dalam keterpurukan ini. dan
aku tak bisa terus mengharapkannya. Karena dia telah kembali kepada orang yang
mencintainya orang yang mungkin akan menjadi calon pendamping hidupnya. Aku
akan merelakan semua walau dalam kenyataanya Aku tak mampu untuk melupakanya,
aku juga tak mampu untuk membencinya.
Tuhan aku tak sanggup untuk tidak merindukanya meski dia telah menyentuh perasaanku.
Aku masih saja berharap dia akan datang padaku suatu hari nanti, Dengan atau Tanpa
kekasihnya, Hanya sekedar Menepati janji, aku berharap dia akan dating
memelukku walau mungkin kelak aku sudah mempunyai pendamping dalam hidupku, aku
hanya ingin pelukanya. Biarlah sang waktu yang akan berbicara kepadaku.
Dengan coretanku ini
aku akan menyampaikan padanya kalau aku sangat merindukanya dan aku buta akan
permainan dunia tanpa ada dirinya, dirinya yang selalu mengitkanku saat aku
khilaf, dirinya yang selalu mengingatkan ku pada saat aku belum sholat dan
dirinya yang selalu mengiatkanku di saat aku lemah pada akhiratku. Memang dia
tidak secantik wanita bidadari disurga, namun aku sangat merindukanya karena
dia mempunyai sifat yang mungkin mirip dengan
sifat bidadari surga. Semoga engkau menjadi wanita idaman semua pria
walau kini kau tak lahi bersamaku, hanya aku ucapkan kepadamu I LOVE YOU.